Catatan Perjalanan

Aku adalah bayi semua bangsa dari segala jaman-Pramoedya Ananta Toer

Moscow


Saya memutuskan untuk menggunakan kereta dari St’Petersburg menuju Moscow, karena selain murah, jarak tempuh juga tidak begitu jauh. Suhu sudah sangat dingin di St’Petersburg, salju sudah turun, tapi beginilah, semakin ke utara semakin extrem memang cuacanya. Staisun kereta St’Petersburg begitu besar dan megah, di dinding nya terdapat peta railroad yang super besar dari St’Petersburg sampai Vladivostock, beneran setengah dunia sendiri, saya tidak bisa mengekspresikan kemegahan sistem kereta api Russia.

Dingin dan lapar, saya memutuskan untuk menitipkan tas saya dan mencari cafe, saya suka sekali dengan konsep cafe-cafe di Russia sangat vintage dan cozy. secangkir coklat hangat lumayan untuk menghangatkan badan dan menenangkan diri ketika rasa lelah sudah di puncak. Backpacking Russia itu tidak mudah, kendala bahasa dan tulisan yang membuat saya gila, dan harus saya hadapi selama tigal bulan, belum lagi sistem birokrasi Russia.

Saya mendapatkan tiket kelas 2 kereta malam berangkat dari Staisun Moscovsky Vokzal ke Moscow Paviletsky, ada banyak sekali pilihan alternatif kereta Moscow – St’Petersburg karena memang dua-duanya kota penting di Russia, saya memilih untuk menggunakan kereta termurah dan terlama, maklum Backpacker. 12 jam di kereta saya habiskan untuk melamun karena tidak bisa tidur, hypoglycemia saya sempat kambuh, dan saya sempet panik cari oksigen dan air di toilet, karena gerbong kereta ini memakai sistem penghangat, dan saya yang sudah kelelahan dan dihajar suhu minus beberapa minggu terakhir membuat kondisi fisik saya drop, untung saya bisa mengontrol kepanikan saya di toilet.

Yang lucu di kereta ini adalah Petugas tiketnya mirip yang ada di filemnya “Mister Bean Holly Day” perempuan usia akhir 40an gendut dengan rambut aneh haha, jahat pula, masak saya panik gak bisa napas, kunci toilet malah di bawa sama dia, untung saya gak mati di depan toilet. Sampai di Moscow pukul 5 pagi saya berusaha keras berjuang mengumpulkan nyawa, semalem tidak bisa tidur karena suara dengkuran dan bau vodka Russia yang busuk. Saya berusaha keras untuk membaca guidebook dan Russain phrase book saya sambil menikmati kopi dari vending mechine.

Saya paksakan diri saya keluar dari Stasiun berjalan ke Stasiun Subway di dinginnya Moscow pagi buta. Begitu saya keluar saya disambut oleh bau polusi khas Kota Metropolis, man I’m in Moscow the New York of communism, yah walaupun sekarang Russia sudah demokrasi tapi sorry to say sistemnya tetepa aja komunis ganti label.

Okey subway di Moscow sudah berdiri sebelum PD II, coba bisa bayangkan tahun 45 jaman kita masih di jajah kumpeni, di Moscow sudah ada subway yang stasiunnya super artistik dan super megah. Cerita saya tersesat di Moscow pun di mulai. Saya sudah booking hostel yang saya temukan di websitenya lonely planet, dan terletak di arbat, daerah khusus pedistrian yang hip sekali. Masalahnya untuk sampai kesana saya tidak tau caranya, yang saya tahu adalah saya harus naik subway. Dan subway di Moscow tidak sama dengan di Singapore atau di U.S yang mudah karena all in English, disini semua petunjuk in Russian Cyrillic, langsung saya tepok jidat, kalau di St’Pete, Kazan, dan kota-kota sebelumnya saya tidak begitu bermasalah karena memang kotanya tidak sebesar Moscow.

Saya terjebak selama 6 jam di Subway mencoba menemukan line yang pas, dan stasiun yang pas untuk turun dan oper ke line yng lain, bertanya ke orang pun hampir-hampir mustahil karena bhs Inggris mereka pun wassalam. Akhirnya setelah 6 jam geret-geret tas Ijo saya yang semakin berat karen souvenirs :), dan sekian lantai, sampailah saya di hostel, dan kepagian karena check-in baru jam 2 siang.

Akhirnya saya putuskan untuk ngampar di sofa receptionist hostel, numpang Mandi, ganti baju Sampai kamar dorm saya siap. Saya tinggal di Dorm 6 orang, dan bergabung dengan backpacker lain, satu pasangan dari Norway yang super cool, mereka berencana untuk ke Baikal, terus ke bawah ke Ulan Bator-Mongol-China-terus ke Thailand, dan satu lagi pasangan aneh dari Belanda yang super kere, ada pula orang dari China Mindland. Kalau mau jalan-jalan murah di ke luarnegri ya harus mau tidur di Hostel.

Banyak tempat-tempat menarik yang sudah saya daftar untuk saya kunjungi, tentu saja salah satu nya ada Red Square, dan melihat jasat nya Lenin. Di tunggu di postingan berikut nya ya :))

readi to board the train to Moscow

ready to board the train to Moscow

Arbat Street, Moscow

Arbat Street, Moscow

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 13, 2014 by .

Navigation

%d bloggers like this: