Catatan Perjalanan

Aku adalah bayi semua bangsa dari segala jaman-Pramoedya Ananta Toer

St’Petersburg Part II


Bagi saya setiap perjalanan ke tempat baru selalu membawa excitement tersendiri. Selalu ada hal-hal yang membuat saya kagum, terpana, bosan, heran, bahkan takjub. Di St’Petersburg Russia, saya menemukan serpihan mozaik yang  melengkapi teka-teki kehidupan, saya berada di ujung bumi, kata-kata ini terus terngiang-ngiang sepanjang perjalanan saya di Russia..

Hari kedua setelah saya menginjakkan kaki di St’Petersburg, saya berjalan menyusuri kota tua nan cantik ini, dan sampailah saya di lapangan yang luas dan dijung lapangan ini berdiri dengan megahnya “Hermigate” atau yang dikenal dengan winter palace. Pada era Tsar dulu St’Petersburg adalah pusat pemerintahan Russia, tidak heran banyak sekali bangunan bersejarah di kota ini, Hermitage salah satunya.

Hermitage merupakan salah satu musium dengan koleksi terbesar di dunia. Dalam musium ini tersimpan lebih dari 3.000.000 item koleksi. Lebih hebatnya lagi musim ini gratis untuk pelajar dan mahasiswa. Sebagai mahasiswa backpacker saya pun langsung berteriak kegirangan. Dengan bermodalkan International Student Card, saya memasuki salah satu Musium termegah di dunia ini dengan gratis tentunya.

Hermitage benar-benar membuat saya termehek-mehek dan sekaligus jatuh cinta dengan sebuah objek yang bernama “Musium”. Coba bayangin aja, musium ini mungkin sebesar 20kali lipat nya lawang sewu di Semarang, ini hanya perkiraan saya, yang jelas koleksi musium ini sangat mengagumkan mulai dari koleksi tsar-tsar Russia jaman kerajaan, hingga koleksi seniman dari berbagi penjuru Dunia.

Setelah seharian berada di Musium, saya kemudian memutuskan untuk menjelajah sisi lain dari St’Petersburg. Menyusuri kota ini melewati pinggiran kana-kanal kota tua nan cantik, ditambah dengan tiupan angin dingin bulan October membuat pengalaman saya di Russia mejadi begitu indah. Malam itu saya habiskan waktu hanya dengan mejelajah kota tua ini. Melihat kerlip lampu kota tua nan cantik, berjalan dari satu Musium ke Musium lainnya. Saya juga sempat berkunjung ke Musium Pushkin, salah satu Sastrawan terkenal Russia selain Leo Tolstoy.

Musium ini dulunya adalah rumah pribadi milik Pushkin, yang kemudian dijadikan musium, dan dikelola oleh pemerintah Russia dengan sangat baik. Di Mussium ini, kita bisa melihat koleksi pribadi Pushkin dan keluarganya, mulai dari buku-buku, sampai draft-draft tulisan Pushkin yang tidak di terbitkan. Musium ini juga sangat mudah untuk dinikmati, pengelola telah menyediakan Audio guide dalam bahasa Inggris dengan intonasi penceritaan yang bagus, bagaikan dongeng, tentang setiap sudut musium, bahkan lengkap dengan ilustrasi musiknya.

Nah coba mari kita bandingkan dengan musium yang ada di negara  kita, hmm apakah Bekas Rumahnya Chairil Anwar Juga dijaikan musium? yang dirawat dan di komersialkan dengan baik?. Bahkan Setiap musium di Russia juga menyediakan fasilitas tur musium terjadwal, yang di pandu oleh guide musium. Walaupun saya tidak bisa berbahasa Russia membuntuti rombongan eksursi Musium adalah menyenangka,n mendengarkan bagaiman si Guide bercerita dengan penuh antusiasme”,,#maklum kalu ikut tur bayarnya lebih mahal buat turis, apalagi yg pake bahasa Inggris jd saya cukup pake audio guide.

Advertisements

2 comments on “St’Petersburg Part II

  1. rika
    August 25, 2010

    cooll…aku juga suka sesuatu yg klasik…
    keren aja buatku huehehe..

  2. titiss
    December 30, 2010

    ahhhh sirik ahhhhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 24, 2010 by .
%d bloggers like this: