Catatan Perjalanan

Aku adalah bayi semua bangsa dari segala jaman-Pramoedya Ananta Toer

St’Petersburg, land of Thousand Palaces and Churches


Waktu saya nulis draft Catatan Perjalanan ini saya inget banget, waktu itu saya sedang menunggu kereta ke Moscow. Saya benar-benar lelah baik secara fisik maupun psikis. Untuk kita yang hidup di negara tropis dengan kehangatan sinar matahari sepanjang tahun,  mungkin cuaca tidak begitu berpengaruh dengan kondisi mood kita. Karena cuaca yang perfect sepanjang tahun, palingan kita mulai bete kalo ujan. Tapi Backpacking di Negara dengan empat musim, apalagi kalo pas cuaca mulai dingin bener-bener bikin kita labil secara emosi, bisa jadi juga Karena saya kelelahan. Bayangin selama seminggu di St’Petersburg, saya bangun jam 8-9 pagi mulai jalan jam 10 pagi balik lagi ke Hostel jam 10 malem, dan sepanjang hari saya benar-benar jalan kaki. Toh kalo naik subway ato bus tetep juga berdiri, ditambah udara yang semakin hari semakin dingin.

Saya ingat, waktu saya nunggu kereta ke Moscow suhu menunjukkan 2C, yang pastinya lebih hangat dibandingkan beberapa jam sebelumnya karena salju seharian tadi turun. Yang bikin saya bete kalo cuaca lagi dingin adalah lama pake baju, karena musti pake baju dobel-dobel, pake boots yang lumayan berat segala, jadi kalo jalan bikin cepet capek. Bayangin donk kalo lagi liburan ke Bali ato Lombok, bangun pagi di Hotel sarapan udah siap, abis itu langsung nyebur kolam renang. Mau jalan? pake baju juga seadanya, se Light mungkin, ahhh..kawan itulah nikmatnya tinggal di Negara Tropis,bisa memonopoli matahari sepanjang tahun.

Saya meninggalkan Ufa dengan pesawat Super pagi, Jam 6 tepatnya. Karena istilah bangun pagi gak pernah ada di Kamus saya, maka saya sudah punya strategi jitu untuk menyiasati biar gak bangun kesiangan. Saya berhasil membujuk temen-temen saya yang Cowok-Cowok di Ufa supaya mereka mau begadang bareng saya, kita ngadain farewell party ampek jam 2 malem. Setelah selsai, barengan sama beberapa temen, saya langsung ngacir ke Kafe yang paling nomor wahid di Ufa, namanya “Kafe Time”. Ngopi-ngopi ngobrol ngalor-ngidul, jam 4 pagi kita cabut ke aiport mata udah tinggal 5watt secara abis party gila-gila’an langsung stripping begadang. Akhirnya saya pun harus mengucapkan kata perpisahaan kepada teman-teman saya, saya baru ketemu mereka tapi kita langsung bisa menjadi teman yang baik. Satu hal yang membuat saya akan terus menjelajah dunia ini, “Teman”. Karena dalam setiap perjalanan saya ke berbagai tempat, saya selalu bertemu dengan orang-orang yang mengagumkan, bahkan dalam perjalanan “ke ujung bumi” saya kali ini.

Ketika saya sampai di Pilkovo airport, saya menunggu saudara teman saya yang janji mau jemput, dan setelah saya menunggu lama saya tau kalau mereka menjemput di airport yang salah. Dari airport kita naik bis ke stasiun subway terdekat. Di St’Petersburg ini kestressan saya dengan public transport mulai muncul, pertama semua petunjuk di public transport ditulis dengan huruf Cyrillic, kedua tranportasi utama di kota-kota besar di Russia adalah Subway dengan line dan stasiun yang bisa bikin mumet, bertambah mumet soalnya gak ngerti tulisannya.

Nyampek Hostel yang saya booking lewat bantuan temen( karena hostel ini gak punya English version di webnya) saya sudah siapin mental kalo ternyata hostelnya jorok atau gak layak huni, dan sebagainya, secara gak terlalu mahal sekita $15/hari. Tapi hostel ini  lokasinya sangat strategis di pusat kota, tinggal ngesot nyampek ke Russian State Museum, plus Nievsky Prospek jalan yang paling terkenal di St’Pete.  Pas saya sampai di Hostel yang ternyata di lantai paling atas dari bangunan tua, dan tidak punya lift, yang membuat saya gotong-gotong tas saya. Hostel ini benar-benar hostel yang paling bagus, paling nyaman, paling bersih yang pernah saya singgahi. Saya booking dorm, kamar dengan 8 bunk bed, mix, artinya di kamar ini bisa ada cowok maupun cewek siph kan, bisa sekamar ma cewek-cewek cakep hehe. Kemudian sore harinya saya bergabung dengan dua cewek temen backpacking saya dari Poland dan dari Romania. Malam harinya kami tidak kemana-mana karena emang capek banget, kita merencanakan tempat-tempat yang akan kita kunjungi, setelah bersepakat dan tempat tujuan akhirnya kita putuskan untuk menuju Fortress dan Musium perang.

“The war Museum”

Dan akhirnya hari petualangan baru pun dimulai, ketika untuk pertama kalinya saya berjalan di St’Pete saya benar-benar kagum dengan keindahan kota ini, kota ini adalah gabungan antara beberapa kota-kota indah di Dunia, Berlin, Venice,  name it, jalan-jalan kota ini sangat bersih dengan bangunan-banguan khas Eropa klasik. Kanal-kanal membelah kota, dan di kota ini terdapat ratusan geraja kuno dan museum. Kita sempet nyasar pas mau ke Fortress, dan pas sampai disana saya pun kembail termehek-mehek oleh keindahan bangunan ini. Fortress adalah bangunan yang dibangun sebagai benteng pertahanan Tsar Peter I untuk melindungi kota dari serangan tentara-tentar Skandinavia, dan juga dijadikan penjara untuk tawanan perang.

Di kompleks bangunan ini terdapat Musium dan gereja-gereja kuno. Ada tradisi menarik yang sampai sekarang masih dijalankan di Fortress. Setiap jam 12 siang ada  upacara penembakan meriam kuno, yang bunyinya sumpah bikin saya kaget. Setelah puas muter-muter komples Fortress kita jalan-jalan di sekitar fortress dan saya menemukan sebuah Masjid yang bagus. Jalan sekitar 100 meter dari Fortress kita masuk ke Musium Perang. Kita tidak masuk karena pas hari itu Musium sedang tidak beroprasi, tapi kita sempet masuk ke halaman depan Musium dimana terdapat replika Peralatan Perang Russia yang super canggih. Ngeri juga melihat replika perang ini, Karena replika yang ada di halaman dibuat sesuai dengan ukuran aslinya mulai dari peluncur Rudal sampai Tank. Saya jadi membayangkan terjebak di tengah perang beneran hehe. Kita balik ke daerah tengah kota udah sore, kelaperan dan lumayan kedinginan.

Secara geografis, letak St’pete membuat kota ini lebih dingin dari Ufa. Bahkan ketika autumn saja salju sudah turun di Kota ini. Ketika hari mulai gelap kita berjalan keliling kota, dan ketermehek’an saya memuncah ketika kita secara random menyusuri kota, dan berhenti di depan sebuah bangunan yang megah, dan agung yang akhirnya setelah saya cocokkan dengan Peta merupakan Hermitage.

Hermitage (pada jaman ke kaisaran Russia di gunakan sebagai istana musim dingin) adalah  museum yang paling lengkap dan mewah di Russia, bahkan untuk ukuran Dunia museum ini bisa disandingkan dengn de Luv’re di Paris. Karena capek dan sudah malam kita naik Bis ke Hostel, dan mulai-mulai menyusun daftar tempat yang akan Kita kunjungi esok hari. Yang jelas tempat yang akan kita kunjungi adalah Hermitage. Dari guide book, kita tahu kalau sebenarnya tidak cukup satu hari untuk mengeksplor Hermitage, tapi kita membuat keputusan final seharian besoknya kita akan mengeksplor Hermitage….Bersambung!!

Advertisements

4 comments on “St’Petersburg, land of Thousand Palaces and Churches

  1. yoga
    March 16, 2010

    greaaaaaaaaaaaaaaaaat experience!!!, aku mau ke sana ah!!!

  2. titiss
    December 30, 2010

    cup.. fotonya gedean dong.. pelit ihhhh!

  3. Marc
    January 16, 2012

    Interesting stuff, Yusuf.. kalo boleh ngasih masukan, banyak kalimat-kalimat di tulisanmu yang panjang karena sebenernya merupakan kalimat-kalimat independent namun disambung terus dengan koma instead of titik.

    Contoh:

    Waktu saya nulis draft Catatan Perjalanan ini saya inget banget, waktu itu saya sedang menunggu kereta ke Moscow, saya benar-benar lelah baik secara fisik maupun psikis, untuk kita yang hidup di Negara tropis dengan kehangatan sinar matahari sepanjang tahun, mungkin cuaca tidak begitu berpengaruh dengan kondisi mood kita, karena cuaca yang perfect sepanjang tahun, palingan kita mulai bete kalo ujan.

    Lebih baik:

    Waktu saya nulis draft catatan perjalanan ini saya inget banget BAHWA waktu itu saya sedang menunggu kereta ke Moscow. SAYA sudah benar-benar lelah baik secara fisik maupun psikis. UNTUK kita yang hidup di negara tropis dengan kehangatan sinar matahari sepanjang tahun, mungkin cuaca tidak begitu berpengaruh dengan kondisi mood kita, karena cuaca yang perfect sepanjang tahun. Palingan kita mulai bete kalo ujan.

    Hehehe.. sekedar masukan, very minor things.. it’s hard not to revert back to my old teacher self.

    • yusufputra
      March 3, 2013

      wow terimakasih banyak atas masukan-nya. Saya memang dalam proses belajar menulis. Sudah lama tidak update blog ini, karena terlalu sibuk dan terlalu malas :D, di tunggu masukannya untuk post-post berikutnya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 16, 2010 by .
%d bloggers like this: