Begitu pesawat mendarat dengan mulus di Domedeovo intl airport Russia, hati saya berdebar kencang momen ini adalah sangat emosional bagi saya, Tuhan kau memeluk mimpiku dan mengirimku begitu jauh, kalimat ini terus terngiang di benak saya. perjalana panjang saya dari Equator belum usai, setelah menempuh total penerbangan tidak kurang dari 13 jam serta 12 jam layover saya masih harus menempuh 2 jam penerbangan ke kota yang bernama Ufa. Sekeluarnya saya dari pesawat saya langsung menghambur menuju bagage claim, karena saya harus segera check in untuk penerbangan saya ke Ufa. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya monster ijo tas saya yang berukuran lumayan besar sekitar 130L muncul juga, tidak membuang waktu saya langsung menuju information desk untuk menanyakan check in counter domestic flight ke Ufa, dengan pasang muka ramah saya pun bertanya “excuse me, I need to connect my flight to Ufa, could you tell me how to proceed the checkin counter?‘. hmm Ta…ra”"”"welcome to Russia baby. seorang wanita paruh baya itu pun menjawab pertanyaan saya dengan bahasa Russia yang sama sekali tidak saya mengerti, saya mencoba bertanya ke beberapa officer, dan hasilnya pun nihil. melihat waktu yang semakin mepet saya berpikir kalo saya harus bertindak. Dengan mengikuti information board dan mengandalkan insting, saya akhirnya menemukan checkin counter untuk penerbangan selanjutnya, di airport ini ada tidak kurang dari 150 Checkin counter jadi untuk memastikan counter berapa saya musti checkin hampir membuat saya gila, karena saya harus benar-benar fokus memperhatikan information board yang curang, kenapa curang?, karena kalo untuk bhs Inggris flash timing nya bentar banget langsung ganti dengan Huruf Cirylic yang semakin membuat saya bingung.
Akhirnya saya pun berada di dalam kabin pesawat domestik milik perusahaan penerbangan swasta Russia, ini pengalaman pertama saya menggunakan maskapai Russia, belakangan saya tau kalo saya naik budget airline versi Russia. Saya tidak pernah takut terbang seperti ini, pada saat posisi take off di cabin bagian depan ada bagasi cabin yang tidak bisa ketutup jadi berderak-derak ketika posisi take off, saya tidak bisa membayangkan apabila barang yang tersimpan didalamnya jatuh kena kepala penumpang dibawahnya pasti langsung benjol semua. tapi ada satu hal yang jadi kelebihan budget airline Russia ini, walaupun emang konsepnya budget airline, mereka tetap memberikan full cabin service yang paling penting bagi saya sih makanannya. Setelah sekitar 2jam pesawat pun mendarat di Ufa Airport yang diringi dengan riuh tepuk tangan penumpang, lagi-lagi pengalaman pertama saya penumpang bertepuk tangan saat pesawat landing yang kalau menurut saya tidak terlalu mulus. Sudah ada beberapa calon teman saya yang menunggu kedatangan saya, mereka adalah incharge students untuk projet yang akan saya jalankan di Ufa, mereka memberikan penyambutan khas Russia yang lucu, mereka membawa roti yang bentuknya seperti ban mobil yang seukuran bola, dan ditengahnya terdapat kristal-kristal putih yang saya kira adalah gula. saya mengambil sedikit roti itu dan mereka meminta saya mencelupkannya ke kristal putih tersebut yang ternyata adalah Garam, sial, rasanya tentu saja asin. Akhirnya mobil teman saya yang akhirnya jadi sahabat baik saya dibelahan bumi lain Dima, membawa saya untuk pertama kali menyusuri jalanan di salah satu kota di Russia, jalanan disini lumayan lebar-lebar dan jumlah mobil yang melintas pun tidak terlalu padat tetapi tetap di beberapa sudut kota kita masih terjebak kemacetan walaupun tidak terlalu parah, cuman sayangnya jalanannya banyak yang berlubang, setelah tanya ke teman-teman ternyata jalanan ini bukan tidak diperbaiki oleh pemerintah karena memang cuaca Ufa yang ekstreem membuat jalanan cepat sekali rusak. di ufa tempat tinggal pertama saya berada di daerah charnikovka, setiap saya berkenalan dengan teman baru dan mereka tau dimana saya tinggal mereka pasti melontarkan opini yang sama, daerah yang saya tinggali adalah daerah rawan kejahatan. saya tinggal di apartemen tua yang terlihat seperti peninggalan era soviet, satu hal yang menarik dari apartemen ini adalah mempunyai pintu utama dua lapis yang sangat tebal, bangunan-bangunan di Russia mengingatkan saya akan perang dingin, dan bagaimana kekuasaan Soviet pun akhirnya luruh di kawasan Eropa Timur. sampai di Apartemen sudah ada beberapa partener saya beberapa Mahasiswa dari Ukraine dan Taiwan, mereka begitu hangat menyambut kedatangan saya, kita pun langsung akrab dan menjadi teman baik, karena air hangat lagi gak keluar, jadi mereka nyiapin air hangat buat saya mandi, disini semua kebutuhan energi tersentral dan terpasok dari Pemerintah, sampai air hangat pun tersentral.

Ufa
Keeseokan harinya matahari bersinar dengan cerah dan udara pun terasa hangat dan sejuk karena memang masih summer, tanpa Buang waktu saya pun langsung berinisiatif untuk segera keliling kota, tetapi kawan saya menyampaikan kalo saya sebaiknya mendaftarkan diri ke Semacam kantor catatan sipil, ditemani dengan penjamin saya maksudnya orang yang menjamin dan bertanggung jawab atas kunjungan saya, sehingga saya mendapatkan Ijin tinggal, karena tanpa Ijin tinggal ini saya tidak bisa pergi kemana-mana, di Russia Polisi ada dimana-mana hampir disetiap tempat umum ketika mereka menanyakan dokumen ijin tinggal dan kita tidak bisa membuktikan maka kita akan langsung digiring ke Kantor Polisi dan seterusnya masih menjadi cerita misteri hehe, saya sempat mengeluh terus untuk apa Gunanya Visa, teman Russia saya menjelaskan kalo akhir-akhir ini Pemerintah Russia mengalami masalah Serius dengan Imigran terutama dari negara-negara miskin di Eropa timur, mereka menjadi imigran gelap. sebenernya di Amerika sendiri pasca insiden 11 September banyak Juga Polisi disiagakan di tempat-tempat umum, cuman masalahnya kalo di U.S minimal semua orang berbahasa Inggris, jadi rasanya secara psikologis buat pendatang lebih aman, tapi Disini kendala Bahasa sangat saya Rasakan terutama di tempat Umum, ketika saya tidak mengerti apa yang orang Bicarakan, dan saya juga kurang yakin dengan kemampuan berbahasa Inggris para Polisinya, maka saya putuskan untuk segera mendaftarakan diri diitemani oleh seorang teman saya. Sepanjang saya tinggal di Ufa hampir semua tempat sudah saya Jelajah, mulai dari taman-taman kota, Tempat bersejarah, hingga Club malam, Pusat perbelanjaan, Gedung Teater..Komplit degh.
Beberapa Objek yang mungkin masuk dalam high-light Saya adalah. Pertama monumen “Salawtulive” Hmm mudah-mudahan bener nulisnya paling nggak begitulah saya mendengarnya ketika teman saya mengucapkan nama Pahlawan Kota Ufa yang sangat Terkenal, dia adalah pahlawan Bhaskortostan Republic yang sangat terkenal jaman dulu sehingga masyarakat mengenangnya dengan membuat monumen-Nya, bahkan Generasi mudanya pun tau dengan baik sejarah kotanya, disekitar Monumen ini ada pusat Hiburan 24jam ada bowlling alley dan juga snooker (billiar) yang menarik bagi saya tentu permainan billiar ala Russia..yang Hmm penurut pendapat saya dan pendapat ini bersifat subjektif permainan ini benar-benar mencerminkan fisik orang Russia yang besar-besar, ukuran bola billiar permainan Russia ini jauh lebih besar di banding dengan bola billiar biasa, sticknya juga lebih besar dan panjang, buat saya dengan fisik Asia bermain billiar ala Russia ini sedikit agak merepotkan, terutama ketika saya berusaha menyodok bola.

The Salawatulive's Statue
Beberapa hari kebetulan bertepatan dengan weekend, jadi pas kita semua libur ada teman saya yang mengajak saya ke pantai, dalam hati saya bertanya-tanya sendiri dan mengecek peta beberapa kali saya pastikan bahwa Ufa sama sekali tidak berbatasan dengan laut maupun danau Raksasa, saking penasarannya saya pun ikut teman saya ke tempat yang mereka sebut pantai, dan akirnya saya sampai di Danau di belakang sebuah pertokoan danau ini kecil-kecil saja dan ada pasir di sekitar danau ini dan yiks mereka bilang ini Pantai, orang-orang berenang, berjemur, dipinggiran danau yang jauh dari bagus ini kalo menurut saya lebih seperti empang yang rada gede hihihi, saya pun merespon dengan berkomentar this is a foe beach,
Satu hal yang membuat saya betah di Ufa adalah bahwa kota ini benar-benar punya banyak cafe yang oks banget buat tempat nongkrong, mulai dari baverages dan cakes nya yang Ohh God, saya masih belum bisa menemukan tandingan dari cakes kota Ufa. yang menjadi favorit saya adalah “Cafe Time”, Cafe ini desainya retro banget dengan pajangan foto-foto Artis kondang era 70-80an, Pertama saya dateng kesini saya nyobain Tiramishu-nya kenapa Tiramishu karena saya pernah putus dengan salah satu mantan cewek saya sebelum dia menuhin janjinya bikinin Tiramishu buat saya heheh, dan saya memang tidak salah pesan, Tiramishunya mantap jaya. Ada satu cafe&resto gitu deh namanya”Sani” tempat ini benar-benar Cozy ada barnya juga jadi komplit sudah apalagi kalo diluaran lagi hujan dan rada-rada dingin tempat ini biasanya saya jadikan tempat nongkrong bareng temen.
Untuk Urusan ajeb-ajeb alias clubing, walaupun Ufa tergolong Kota kecil di Russia namun mereka punya beraneka ragam club mulai dari Clbub Italy, Jazz, R&B, sampai striptease (untung Iman saya masih kuat jadi saya gak nyamperin club striptease, murah loh Coverage Charge nya RUB. 500.00, tapi pas nyampek Indonesia nyesel juga heheh) yang paling berkesan bagi saya adalah club R&B karena saya memang suka dengan jenis musik ini, beberapa hari menjelang berakhirnya project, kita semua memutuskan untuk Party di luar setelah keseringan party di apartemen sampai tetangga pada telpon Polisi heheh, berbekal searching di internet Club R&B mana yang lagi tidak memungut Coverage Charge, akhirnya kita sampai juga di sebuah Club yang saya lupa namanya karena namanya aneh, seperti layaknya filem-filem mafia, club-club di Russia rata-rata dipebuhi oleh orang yang bergaya bak mafia di filem-filemjadi rada serem, cuman asik kok, setelah nitipin Jaket tebal , kita langsung nagcir dan menggila didalam dan sumpah club ini hapening banget di dalam banyak anak Muda yang pada nge breakdance jadi tambah seru DJ nya juga Oks banget.Untuk Pusat Perbelanjaan, Russia tidak punya Pusaat perbelanjaan yang super besar seperti di negara-negara Asia, apalagi di Ufa yang merupakan State kecil, disini kita masih bisa melihat banyak sekali bagungan arsitektur kuno Eropa yang masih di gunakan dengan baik sebagi gedung teater maupun kantor pemerintahan.

Di hari-hari terakhir saya juga menyempatkan diri ke Gedung Kesenian, saya mendapatkan undangan Gratis dari salah satu SMA yang pernah saya datangi berhubungan dengan Project saya, saya menykasikan pertunjukan Opera tentang cerita rakyat Bashkortostan, yang menarik bagi saya adalah hampir 80% dari pengunjung lebih muda dari saya rata-rata mereka berumur dibawah 20thn, ini sangat mengejutkan coba kalo kita bandingkan dengan pertunjukan wayang atau lenong apakah kita masih tertarik
Sayang waktu dua bulan terasa singkat, Tapi saya setelah 2 bulan masa Pertukran pelajar saya berakhir saya masih Bisa tinggal 1 Bulan lagi di Russia kerena Visa saya distempel ijin tinggla 3 bulan oleh Kedutaan Besar Russian Federaation di Jakarta jadi saya Putuskan untuk keliling Russia, tujuan saya adalah Kaza, St’Petersburg, dan Moscow…Bersambung