Just another WordPress.com weblog

Lets travel the world

I have no country to fight for, my country is the earth and I am a citizen of the world
"The St'Basil Church & Me :)"
sdc10664
SDC10503
SDC10245
Bauman Street
The Salawatulive's Statue
The Red Square

Latest

St’Petersburg Part III ( Church and Church….)


Di St’ Petersburg banyak sekali terdapat bangunan-bangunan megah klasik yang sudah berusia berabad-abad, bahkan bangunan ini telah ada sejak zaman kekaisaran Russia, salah satunya yang sangat mengagumkan adalah “The Summer Palace” atau Peter Hoof, Summer Palace ini terletak agak jauh dari Pusat kota , untuk mencapainya bisa ditempuh dengan subway dan kemudian dilanjutkan dengan bus umum. Orang Russia pada umumnya mengenal “The Summer Palace” dengan Peter Hoof karena bangunan ini memang di dedikasikan untuk the Great Peter ‘salah satu Tsar jaman kerajaan Russia, Bangunan ini sangat indah sekali karena didirikan berdekatan dengan pantai, sehingga apabila kita terus berjalan menysuri taman kompleks dari Istana ini kita akan sampai pada pantai dimana apabaila cuaca cerah kita bisa melihan bagian dari Skandinavia, yah Finland. Read the rest of this page »

St’Petersburg Part II


Bagi saya setiap perjalanan ke tempat baru selalu membawa excitement tersendiri, selalu ada hal-hal yang membuat saya, terkagum-kagum, terpana, bosan, heran, takjub, ….di St’Petersburg Russia ini saya menemukan serpihan mozaik yang  melengkapi teka-teki kehidupan, saya berada di ujung bumi kata-kata ini terus terngiang-ngiang sepanjang perjalanan saya di Russia..

Hari kedua setelah saya menginjakkan kaki di St’Petersburg, saya berjalan menyusuri kota tua nan cantik ini, dan sampailah saya di lapangan yang luas dan dijung lapangan ini berdiri dengan megahnya “Hermigate” atau yang dikenal dengan winter palace, pada era Tsar dulu St’Petersburg adalah pusat pemerintahan Russia, tidak heran banyak sekali bangunan bersejarah di kota ini, hermitage salah satunya.

Hermitage merupakan salah satu musium dengan koleksi terbesar di dunia, dalam musium ini tersimpan lebih dari 3.000.000 item koleksi. lebih hebatnya lagi musim ini gratis untuk pelajar dan mahasiswa, sebagai mahasiswa backpacker saya pun langsung berteriak kegirangan. Dengan bermodalkan International Student Card Saya pun melenggang kangkung memasuki salah satu Musium termegah di Dunia ini, tentu saja setelah melewati security check , menitipkan Jaket dan back pack.  Pengunjung musium ini hanya diperbolehkan untuk membawa hand carry bag saja, dan pengunjung diwajibkan memakai alas sepatu, semacam sendal super besar yang dipakai untuk melapisi sepatu kita, ini untuk menjaga tingkat kesterilan musium.

Hermitage benar-benar membuat saya termehek-mehek dan sekaligus jatuh cinta dengan sebuah objek yang bernama “Musium”, hmm coba bayangin aja musium ini mungkin sebesar 20kali lipat nya lawang sewu di Semarang, ini hanya perkiraan saya, yang jelas koleksi musium ini sangat mengagumkan muali dari koleksi tsar-tsar Russia jaman kerajaan, hingga koleksi seniman dari berbagi penjuru Dunia.

Setelah seharian saya ada di Musium ini, saya kemudian memutuskan untuk menjelajah sisi lain dari St’Petersburg. menyusuri kota ini melewati pinggiran kana-kanal kota tua nan cantik ini ditambah dengan tiupan angin dingin bulan October membuat pengalaman saya di Russia mejadi begitu indah. Malam itu saya habiskan waktu hanya dengan mejelajah kota tua ini, melihat kerlip lampu kota tua nan cantik mengembara dari satu Musium ke Musium lainnya, saya juga sempat berkunjung ke Musium Pushkin salah satu Sastrawan terkenal Russia,sebenrnya Musium ini dulunya adalah rumah pribadi milik Pushkin yang kemudian dijadikan musium dan dikelola oleh pemerintah Russia dengan sangat baik, di Mussium ini kita bisa melihat koleksi pribadi Pushkin dan keluarganya, mulai dari buku-buku, draft-draft tulisan Pushkin yang tidak di terbitkan, musium ini juga sangat mudah untuk dinikmati, pengelola telah menyediakan Audio guide dalam bahasa Inggris dengan intonasi penceritaan yang bagus bagaikan dongeng tentang setiap sudut musium bahkan lengkap dengan ilustrasi musiknya.

Nah coba mari kita bandingkan dengan musium yang ada di Negri kita, hmm apakah Bekas Rumahnya Chairil Anwar Juga dijaikan musium yang dirawat dan di komersialkan dengan baik. bahkan Setiap musium di Russia juga menyediakan fasilitas tur musium terjadwal yang di pandu oleh guide musium, walaupun saya tidaj bisa berbahasa Russia membuntuti rombingan eksursi Musium adalah menyenangkan mendengarkan bagaiman si Guide bercerita dengan penuh antusiasme”,,#maklum kalu ikut tur bayarnya lebih mahal buat turis, apalagi yg pake bhs Inggris jd saya cukup pake audio guide berasa kayak dengerin sandiwara radio jaman kecil dulu hehee.

St’Petersburg The land of Thousand Palaces and Churches..


Waktu saya nulis draft Catatan Perjalanan ini saya inget banget, waktu itu saya sedang menunggu kereta ke Moscow, saya benar-benar lelah baik secara fisik maupun psikis, untuk kita yang hidup di Negara tropis dengan kehangatan sinar matahari sepanjang tahun,  mungkin cuaca tidak begitu berpengaruh dengan kondisi mood kita, karena cuaca yang perfect sepanjang tahun, palingan kita mulai bete kalo ujan. Tapi Backpackingan di Negara dengan empat musim apalagi kalo pas cuaca mulai dingin bener-bener bikin kita labil secara emosi, bisa jadi juga Karena saya kelelahan, bayangin selama seminggu di St’Petersburg saya bangun jam 8-9 pagi mulai jalan jam 10 pagi balik lagi ke Hostel jam 10 malem, dan sepanjang hari saya benar-benar jalan kaki, toh kalo naik subway ato bus tetep juga berdiri.ditambah udara yang semakin hari semakin dingin, saya inget banget waktu saya nunggu kereta ke Moscow suhu menunjukkan 2C yang pastinya lebih hangat dibandingkan beberapa jam sebelumnya karena salju seharian tadi turun, yang bikin saya bete kalo cuaca lagi dingin adalah lama pake baju, karena musti pake baju dobel-dobel, pake boots yang lumayan berat segala, jadi kalo jalan bikin cepet capek, bayangin donk kalo lagi liburan ke Bali ato Lombok, bangun pagi di Hotel sarapan udah siap, abis itu langsung nyebur kolam renang. Mau jalan? pake baju juga seadanya se Light mungkin, ahhh..kawan itulah nikmatnya tinggal di Negara Tropis,bisa memonopoli matahari sepanjang Tahun hehe.

Saya meninggalkan Ufa dengan pesawat Super pagi Jam 6 tepatnya, karena istilah bangun pagi gak pernah ada di Kamus saya, maka saya sudah punya strategi jitu untuk menyiasati biar gak bangun kesiangan, akhirnya saya berhasil membujuk temen-temen saya yang Cowok-Cowok di Ufa supaya mereka mau begadang bareng saya, kita ngadain farewell party ampek jam 2 malem abis party, barengan sama beberapa temen saya langsung ngacir ke Kafe yang paling nomor wahid di Ufa, namanya “Kafe Time”. Ngopi-ngopi ngobrol ngalor-ngidul, jam 4 pagi kita cabut ke aiport mata udah tinggal 5watt secara abis party gila-gila’an langsung stripping begadang,dan akhirnya saya pun harus mengucapkan kata perpisahaan kepada teman-teman saya, saya baru ketemu mereka tapi kita langsung bisa menjadi teman yang baik, satu hal yang membuat saya akan terus menjelajah dunia ini, “Teman”. Karena dalam setiap perjalanan saya ke berbagai tempat saya selalu bertemu dengan orang-orang yang mengagumkan, bahkan dalam perjalanan “ke ujung bumi” saya kali ini. Ketika saya sampai di Pilkovo airport saya menunggu saudara teman saya yang janji mau jemput, dan setelah saya menunggu lama saya tau kalau mereka menjemput di airport yang salah. Dari airport kita naik bis ke stasiun subway terdekat. Di St’Petersburg ini kestressan saya dengan public transport mulai muncul, pertama semua petunjuk di public transport ditulis dengan huruf Cyrillic, kedua tranportasi utama di kota-kota besar di Russia adalah Subway dengan line dan stasiun yang bisa bikin mumet, bertambah mumet soalnya gak ngerti tulisannya. Nyampek Hostel yang saya booking lewat bantuan temen( karena hostel ini gak punya English version di webnya) saya sudah siapin mental kalo ternyata hostelnya jorok atau gak layak huni dan sebagainya secara gak terlalu mahal sekita $15/hari, tapi lokasinya sangat strategis di pusat kota, tinggal ngesot nyampek ke Russian State Museum plus Nievsky Prospek jalan yang paling terkenal di St’Pete.  Pas saya sampai di Hostel yang ternyata di lantai paling atas dari bangunan tua, dan tidak punya lift, yang membuat saya gotong-gotong tas saya, Hostel ini benar-benar hostel yang paling bagus, paling nyaman, paling bersih yang pernah saya singgahi. Saya booking dorm, kamar dengan 8 bunk bed, mix, artinya di kamar ini bisa ada cowok maupun cewek siph kan, bisa sekamar ma cewek-cewek cakep hehe. Kemudian sore harinya saya bergabung dengan dua cewek temen backpacking saya dari Poland dan dari Romania. Malam harinya kami tidak kemana-mana karena emang capek banget, kita merencanakan tempat-tempat yang akan kita kunjungi, setelah bersepakat dan tempat tujuan akhirnya kita putuskan untuk menuju Fortress dan Musium perang.

 

 

"The war Museum"

 

 

 

Dan akhirnya hari petualangan baru pun dimulai, ketika untuk pertama kalinya saya berjalan di St’Pete saya benar-benar kagum dengan keindahan kota ini, kota ini adalah gabungan antara beberapa kota-kota indah di Dunia, Berlin, Venice,  name it, jalan-jalan kota ini sangat bersih dengan bangunan-banguan khas Eropa klasik, dengan kanal-kanal yang membelah kota dan di kota ini terdapat ratusan geraja kuno dan museum, kita sempet nyasar pas mau ke Fortress, dan pas sampai disana saya pun kembail termehek-mehek oleh keindahan bangunan ini, fortress adalah bangunan yang dibangun sebagai benteng pertahanan Tsar Peter I untuk melindungi kota dari serangan tentara-tentar Skandinavia dan juga dijadikan penjara untuk tawanan perang, di kompleks bangunan ini terdapat Musium dan gereja-gereja kuno, ada tradisi menarik yang sampai sekarang masih dijalankan di Fortress, setiap jam 12 siang ada  upacara penembakan meriam kuno yang bunyinya sumpah bikin saya kaget, setelah puas muter-muter komples Fortress kita jalan-jalan di sekitar fortress dan saya menemukan sebuah Masjid yang bagus, jalan sekitar 100 meter dari Fortress kita masuk ke Musium Perang, kita tidak masuk karena pas hari itu Musium sedang tidak beroprasi tapi kita sempet masuk ke halaman depan Musium dimana terdapat replika Peralatan Perang Russia yang super canggih, tapi ngeri juga melihat replika perang ini Karena replika yang ada di halaman dibuat sesuai dengan ukuran aslinya mulai dari peluncur Rudal sampai Tank, saya jadi ngebayangin terjebak di tengah perang beneran hehe. Kita balik ke daerah tengah kota udah sore, kelaperan dan lumayan kedingian, secara geografis Letak St’pete membuat kota ini lebih dingin dari Ufa, Bahkan ketika autumn saja salju sudah turun di Kota ini, ketika hari mulai gelap kita berjalan keliling kota dan ketermehek’an saya memuncah ketika kita secara random menyusuri kota dan berhenti di depan sebuah bangunan yang megah dan agung yang akhirnya setelah saya cocokkan dengan Peta merupakan Hermitage, sebuah museum yang paling lengkap dan mewah di Russia, bahkan untuk ukuran Dunia museum ini bisa disandingkan dengn de Luv’re di Paris,…karena capek dan sudah malam kita naik Bis ke Hostel..dan mulai-mulai menyusun daftar tempat yang akan Kita kunjungi esok hari..yang jelas tempat yang akan kita kunjungi adalah Hermitage..dari guide book kita tahu kalo sebenranya tidak cukup satu hari untuk mengkeplor Hermitage..tapi kita membuta keputusan final seharian besoknya kita akan mengeksplor Hermitage….Bersambung!!

Festival Kultur


Festival Kultur

Dalam masa pertukaran pelajar  saya di Ufa, Russia. Ada satu project yang menarik yaitu festival kultur a.k.a culture festival a.k.a. festival budaya, karena mahasiswa yang tergabung dalam project ini dari berbagai Negara maka festifal budaya ini jadi sangat menarik, kita diwajibkan untuk memakai pakaian tradisional dan kita juga disiapin boots sendiri untuk masing-masing Negara yang berisi tentang informasi kebudayaan dari masing-masing Negara, acara ini dilangsungkan di Gostinedvor yang merupakan pusat kota..hmm percaya-gak percaya ternyata di Russia itu sama kayak di Indonesia kalo jalan besar utama biasanya Jl.Panglima Sudirman, di Jakarta dan Surabaya nama Jalan ini di jadikan sebagai nama Jalan utama dan saya juga yakin kalo nama Jalan ini dijadikan nama jalan utama di daerah-daerah lain, Gastinedvor ini juga dijadikan nama pusat kota dibeberapa kota besar di Russia. Karena kedisorientasian saya maka saya pun lumayan rada bingung  waktu nyiapin baju tradisional apa yang musti saya pakai, sebenernya saya nyiapain baju tradisioanal ini sudah jauh-jauh hari, dari Indonesia pula tapi yah tetep ujung-ujungnya drama baju tradisional ini berakhir dengan saya memakai T-Shirt polos putih, jeans Warna abu-abu sendal kulit warna Coklat di padukan dengan kain sarung batik buat bawahan dan Cardigan tukang dokar di Malioboro soalnya saya gak tau apa nama cardigan Jawa ini, yg jelas cardigan ini dipakai actor cowok di pelem mengejar mas-mas, untuk tambahan aksen nyentrik saya pakai blangkon juga, mantap kan baju tradisional saya hehe. Biar makin gaya saya bawa beberapa handicraft tradisional Indonesia, waktu dapat giliran untuk perform diatas stage di pusat kota dan ditonton banyak orang saya mulai dag dig der soalnya bingung musti ngapain saya kan orang Indonesia gadungan, tarian tradisional saya gak paham juga. Akirnya saya bawa bamboo whistle saya gak tau nama aslinya apa, yang jelas ini alat musik tiup dari bamboo yang gak bias menghasilkan nada jenis apapun cuman satu suara mlengking yang kadang-kadang bikin telinga sakit kalo ditiup, akhirnya saya pun harus merekayasa sebuah cerita supaya alat ini jadi menarik, pas nyampek di atas stage saya bilang kalo alat ini biasa dipakai orang jaman dulu untuk berburu buat, manggil burung dan mereka percaya tuh, jadi saya aman, antiklimaks nya saya tiup bamboo whistle ini keras-keras….dan suara tepuk tangan penonton pun riuh menggema….Haaha.

Yang lebih parah adalah temen saya dari Turkey dia nyanyi diatas panggung ala karaokean gitu, mana suaranya haduh ma’af ya kalo sama saya yah lewat walaupun dunia panggung musik saya sebatas kamar mandi kos-kosan. Tapi yang lumayannya pas dia nyanyi ada cewek-cewek semacam jadi dancernya gitu mana nari-nari perut ala Turkey..temen saya yang dari Malaysia malah bikin nasi goreng yang gak jadi, pas ada pengunjung ke boots nya dia yang kebetulan sebelahan dengan boots saya dia sibuk ngejelasin sebaiknya gak nyobain, kalo ada yag maksa nyobain nasi goreng palsu itu hmm resiko ditanggung penumpang.

Kedisorientasian saya ternyata benar-benar membawa berkah, bayangin dong di Negara orang saya diliput TV local, masuk Koran dan Majalah Pula..hahah modalnya cuman satu Narsis…..!!!!dan Pede Aja lagi”” bonus trek nya dapet kenalan cewek muslim Ufa yang pake Jilbab Plus Aayu tenan..hhahhaa..

Kazan, part of my Spiritual Journey (Russia Part III)


Kazan, adalah merupakan sebuah kota yang menurut kabar beredar merupakan salah satu kota terindah di Russia kalo mau di-ranking kota ini menempati urutan ke tiga setelah St’Petersburg dan Moscow, itu katanya. Akhirnya karena hobi saya yang jalan-jalan kesempatan pertukaran pelajar di Russia pun saya manfaatkan juga untuk jalan-jalan, tanpa buang waktu pas ada long weekend saya pun  mulai menyeret beberapa teman satu project saya untuk jalan bareng, akhirnya saya dapet temen jalan 2 cewek cakep hehe, Lumayan buat temen jalan, penyemanagat capek jalan, Kalo bekpeking ke Negara-negara Barat kita emang harus banyak Jalan,! akhirnya saya mulai tanya sana-sini, karena sebelum barangkat ke Russia saya gak sempet prepare banyak, dan gak nemu Lonely Planet Edisi Russia, saya mikir bisa beli di Russia, ternyata dugaan saya salah besar, nyari Toko buku berbahsa Inggris di Russia itu bagaikan kata pepatah”Seperti mencari Jarum di Tumpukan Jerami”, saya sendiri belum pernah menemukannya, semua Brosur dan panduan perjalanan dalam bahasa Russia yang bertuliskan Cyrillic. jadi selamat Tebak-tebak Buah manggis kalo lagi baca Brosur petunjuk, hasil Dari browsing internet saya putuskan cukup 3 hari keliling Kazan karena tempat yang mau saya kunjungi juga tidak banyak. setelah Membujuk rayu teman yang bisa berbahasa Russia tidak berhasil saya mulai kelimpungan karena keliling Russia tanpa Modal Bahasa Russia bisa sangat membingungkan, tapi The Show Must Go on, jadi saya tidak mungkin gak jadi Brangkat, secara saya Sudah jauh-jauh ada di Russia masa gak kemana-mana, saya minta tolong teman saya untuk mengantar ke terminal Bis dan membeli tiket, bisa bayangin tiket Bis semua tertuliskan dalam Huruf Cyrillic &&^*^^#@#@#!…walhasil temen saya yg Orang Russia nemenin saya sampai bis jalan. Tanpa gambaran yang jelas nanti Turun dimana, dan seperti apa Kota Kazan maka yg jadi Patokan saya adalah kalo semua Orang Turun pasti Itu kazan, kasar-kasaran analisa nya adalah Kazan terletak 12 jam perjalanan dengan bis dari Ufa.  Biar gak diajakin ngomong sama orang-orang disamping, saya langsung pasang Sumbat telinga dan tidur, setelah saya hitung udah 12 jam kok masih belum nyampek Juga, bis pun sempet berhenti dan banayak yang turun, saya Mulai panik dan saya Pinjem Phrase book punya temen saya dari Malaysia, saya tanya ke Ibu-Ibu yg duduk di kursi samping saya sambil mencoba melafalkan tulisan di Buku yg intinya “Berapa lama lagi kita sampai Kazan” eh..dasar Bahasa Russia yang Ribet beda pelafalan beda arti jadi Alih-alh ibu itu ngerti apa yg saya tanyakan dia malah ngira saya tanya Jam berapa, Coba pake Bhs Isyarat Juga gak mempan, Cape deh akhrinya saya menemukan Trik Jitu, saya Telpon temen Russia saya yg Bisa bhs Inggris, telpon saya kasihkan ke ibu tadi, mereka ngomong “Bledeghrf Profh Hufh HasyIh Dah Harosyo..*&&^%^$56″, dan setelah saya ngomong ke temen saya di HP katanya bentar lagi nyampek dan Ibu itu bakal ngsih tau saya turun dimana biar deket sama tempat saya nginep, Hurray.

Kremlin Kazan

Saya sewa apartemen untuk sehari, dengan satu Kamar tidur Besar untuk bertiga dan saya Cowok sendiri, jangan ngeres Dulu, Saya Profesional, hehehe. Hal yang saya Tidak bakal bisa lupakan seumur Hidup adalah bahwa di Kazan saya merasa dekat sekali dengan Tuhan, saya mulai penjelajahan saya dengan jalan-jalan ke Bauman Street, yang merupakan Pedistrian yang bersih dan rapi, sepanjang jalan ini  banyak sekali restoran yang Lumayan murah dan orang-orang menjajakan Souvenir, di Ujung Bauman Sreet ini terdapat Kremlin, yang merupakan benteng pusat pertahanan perang Jaman dulu dan juga merupakan tempat tinggal tsar, Kremlin ini juga dinobatkan sebagai warisan budaya Dunia oleh UNESCO, di dalam Kremlin ini terdapat Masjid Teuku Syarif, yg bagus sekali, saya langsung meltdown begitu masuk kompleks masjid ini, begitu Agung. saya jadi teringat Dosa-dosa saya, saya selalu berdoa ke Tuhan untuk mengirim saya ke Ujung Bumi dan hey here I’am di Russia kalo ke Utara Sedikit lagi saya sampai di Kutub, dan disini saya bisa menjumpai masjid yang Agung, saya Sholat dan Berdoa sembari mengis sesenggukan.

Bauman Street

Te'uku Syarif Mosque

Di Kazan ini untuk pertama Kalinya saya mencoba subway-nya Russia, subway di Kazan baru dibangun jadi stasiunnya juga masih ada beberapa gak  nyampek 5, dan line nya Juga cuma satu kalo mau dinadingin busway Mungkin cuman Bundaran senayan-HI doank ..gak penting banget tapi desain stasiunnya menarik sekali…dengan Lukisan dan Mozaik yang klasik Eropa banget. Di Ujung Bauman street ini juga terdapat Tukay Square lapangan super Gede dan terdapat Sport Stadium Hall yang Super besar, dan pas hari terakhir saya di Kazan bertepatan dengan Perayaan Ulang tahun Republik Tatarstan dimana Kazan sebagai Ibu kotanya, Pusat perayaan di Tukay Square, orang-orang tumpah ruah di Bauman street, menuju Tukay Square, Party di jalanan dengan Vodka Khas Russia yang Rasanya Hiks, klimaksnya adalah Pesta kembang api yang meriah bak Tahun baru!!!

“Young&Prespective” Aiesec LC Ufa


Project Based on Exchange

Young and Perspective – HIV-AIDS Education

LC Ufa Russia

Yusuf Pribadi Adi Putra

LC Surabaya

I got connected with Aiesec from friend of mine Lisca she was the OCP of the PBOX HIV-AIDS in LC Surabaya she asked a favor to help her be a translator for two EP from Nederland, I know nothing about Aiesec before, what they’re valued?, what they’re envision? but as I got along with this organization I feel the connection, I was thinking that this might be the right Organization for me to develop my self, Aiesec thought me that we as the youth of the nation we can make a change, we can spread the positive attitude towards the society. Than I decided to be an Aiesecer by taking the Aiesec Experience, once this step completed I decided to join the Exchange program to challenge my self, I started to find an Exchange Opportunity in several countries than I finally matched with an LC in Ufa Russia they were running a project entitled “YOUNG AND PERSPECTIVE”.

“YOUNG AND PERSPECTIVE” is as bright, creative, modern project, which encouraging young people to become active participant in the fight against HIV/AIDS, the aim of the project is to mobilize the youth, society, state structures, NGOs to slows down the epidemic’s growth, the rates of HIV infection in Russia are among the highest in the world, this fact makes us the young global generation do the real act. We were trying to educate young generation through our several project detail. First conduct and facilitate workshops on HIV/AIDS education and awareness to peers and youth, mainly focusing on schools, colleges, universities, and youth center. Second be involved in brainstorming for learning activities to plan, design and prepare workshop related to HIV/AIDS education based on holistic education model provided by Standard Chartered Bank. Third, participate in the host LC during the internship period.

My staying in Russia was a true blast for me, this what I call with lifetime experience, I was so grateful that I got a chance to living abroad, Russia gave me life experience that I will never forget.

Here in Russia I learned something new everyday, it’s such an amazing thing that I have to learned how to fit in with the people and the culture which is totally new, I got along quite well though, I made friends with bunch of cool people, I experience such a warm and true friendship in Russia.  During my Internship period in Russia I got a chance to travel to several states, they are among the most beautiful city in the world, I went to Kazan and I was thrilled by the beauty of “Te’uku Syarif Mosque” Kazan is a city with the largest Moslem society in Russia, and I went to St’Petersburg the most beautiful city in Russia if I can’t say in the world, I spent the whole day exploring Hermitage one of the most luxurious museum in the world. And I also got a chance to explore the Capital Moscow  the busiest city in Russia but a stunning City with it’s red Square, Kremlin, and I also got a chance saw the Lenin’s Dead body.

We are young and we have long journey ahead to live our every dream, so t’s actually up to us if you dare enough to challenge your self you will see Big thing coming your way, there’s a say “Do something Big and see what happen”, ask your self, you can just sit at home or step out of your comfort Zone Do something big by taking this Chance to join the Aiesec Exchange Program the decision you never regret

The Journey has begun (Hey I’m in Russia) Part II


Begitu pesawat mendarat dengan mulus di Domedeovo  intl airport Russia, hati saya berdebar kencang momen ini adalah sangat emosional bagi saya,  Tuhan kau memeluk mimpiku dan mengirimku begitu jauh, kalimat ini terus terngiang di benak saya. perjalana panjang saya dari Equator belum usai, setelah menempuh total penerbangan tidak kurang dari 13 jam serta 12 jam layover saya masih harus menempuh 2 jam penerbangan ke kota yang bernama Ufa.  Sekeluarnya saya dari pesawat saya langsung menghambur menuju bagage claim, karena saya harus segera check in untuk penerbangan saya ke Ufa.  Setelah menunggu beberapa saat akhirnya monster ijo tas saya yang berukuran lumayan besar sekitar 130L muncul juga, tidak membuang waktu saya langsung menuju information desk untuk menanyakan check in counter domestic flight ke Ufa, dengan pasang muka ramah saya pun bertanya “excuse me, I need to connect my flight to Ufa, could you tell me how to proceed the checkin counter?‘. hmm Ta…ra”"”"welcome to Russia baby. seorang wanita paruh baya itu pun menjawab pertanyaan saya dengan bahasa Russia yang sama sekali tidak saya mengerti, saya mencoba bertanya ke beberapa officer, dan hasilnya pun nihil. melihat waktu yang semakin mepet saya berpikir kalo saya harus bertindak.  Dengan mengikuti information board dan mengandalkan insting,  saya akhirnya menemukan checkin counter untuk penerbangan selanjutnya, di airport ini ada tidak kurang dari 150 Checkin counter jadi untuk memastikan counter berapa saya musti checkin hampir membuat saya gila, karena saya harus benar-benar fokus memperhatikan information board yang curang, kenapa curang?, karena kalo untuk bhs Inggris flash timing nya bentar banget langsung ganti dengan Huruf Cirylic yang semakin membuat saya bingung.

Akhirnya saya pun berada di dalam kabin pesawat domestik milik perusahaan penerbangan swasta Russia, ini pengalaman pertama saya menggunakan maskapai Russia, belakangan saya tau kalo saya naik budget airline versi Russia. Saya tidak pernah takut terbang seperti ini, pada saat posisi take off di cabin bagian depan ada bagasi cabin yang tidak bisa ketutup jadi berderak-derak ketika posisi take off, saya tidak bisa membayangkan apabila barang yang tersimpan didalamnya jatuh kena kepala penumpang dibawahnya pasti langsung benjol semua. tapi ada satu hal yang jadi kelebihan budget airline Russia ini, walaupun emang konsepnya budget airline, mereka tetap memberikan full cabin service yang paling penting bagi saya sih makanannya. Setelah sekitar 2jam pesawat pun mendarat di Ufa Airport yang diringi dengan riuh tepuk tangan penumpang, lagi-lagi pengalaman pertama saya penumpang bertepuk tangan saat pesawat landing yang kalau menurut saya tidak terlalu mulus.  Sudah ada beberapa calon teman saya yang menunggu kedatangan saya, mereka adalah incharge students untuk projet yang akan saya jalankan di Ufa, mereka memberikan penyambutan khas Russia yang lucu, mereka membawa roti yang bentuknya seperti ban mobil yang seukuran bola, dan ditengahnya terdapat kristal-kristal putih yang saya kira adalah gula. saya mengambil sedikit roti itu dan mereka meminta saya mencelupkannya ke kristal putih tersebut yang ternyata adalah Garam, sial, rasanya tentu saja asin. Akhirnya mobil teman saya yang akhirnya jadi sahabat baik saya dibelahan bumi lain Dima, membawa saya untuk pertama kali menyusuri jalanan di salah satu kota di Russia, jalanan disini lumayan lebar-lebar dan jumlah mobil yang melintas pun tidak terlalu padat tetapi tetap di beberapa sudut kota kita masih terjebak kemacetan walaupun tidak terlalu parah, cuman sayangnya jalanannya banyak yang berlubang, setelah tanya ke teman-teman ternyata jalanan ini bukan tidak diperbaiki oleh pemerintah karena memang cuaca Ufa yang ekstreem membuat jalanan cepat sekali rusak.  di ufa tempat tinggal pertama saya berada di daerah charnikovka, setiap saya berkenalan dengan teman baru dan mereka tau dimana saya tinggal mereka pasti melontarkan opini yang sama, daerah yang saya tinggali adalah daerah rawan kejahatan. saya tinggal di apartemen tua yang terlihat seperti peninggalan era soviet, satu hal yang menarik dari apartemen ini adalah mempunyai pintu utama dua lapis yang sangat tebal, bangunan-bangunan di Russia mengingatkan saya akan perang dingin, dan bagaimana kekuasaan Soviet pun akhirnya luruh di kawasan Eropa Timur.  sampai di Apartemen sudah ada beberapa partener saya beberapa Mahasiswa dari Ukraine dan Taiwan, mereka begitu hangat menyambut kedatangan saya, kita pun langsung akrab dan menjadi teman baik, karena air hangat lagi gak keluar, jadi mereka nyiapin air hangat buat saya mandi, disini semua kebutuhan energi tersentral dan terpasok dari Pemerintah, sampai air hangat pun tersentral.

Ufa

Keeseokan harinya matahari bersinar dengan cerah dan udara pun terasa hangat dan sejuk karena memang masih summer, tanpa Buang waktu saya pun langsung berinisiatif untuk segera keliling kota, tetapi kawan saya menyampaikan kalo saya sebaiknya mendaftarkan diri ke Semacam kantor catatan sipil, ditemani dengan penjamin saya maksudnya orang yang menjamin dan bertanggung jawab atas kunjungan saya, sehingga saya mendapatkan Ijin tinggal, karena tanpa Ijin tinggal ini saya tidak bisa pergi kemana-mana, di Russia Polisi ada dimana-mana hampir disetiap tempat umum ketika mereka menanyakan dokumen ijin tinggal dan kita tidak bisa membuktikan maka kita akan langsung digiring ke Kantor Polisi dan seterusnya masih menjadi cerita misteri hehe, saya sempat mengeluh terus untuk apa Gunanya Visa, teman Russia saya menjelaskan kalo akhir-akhir ini Pemerintah Russia mengalami masalah Serius dengan Imigran terutama dari negara-negara miskin di Eropa timur, mereka menjadi imigran gelap. sebenernya di Amerika sendiri pasca insiden 11 September banyak Juga Polisi disiagakan di tempat-tempat umum, cuman masalahnya kalo di U.S minimal semua orang berbahasa Inggris, jadi rasanya secara psikologis buat pendatang lebih aman, tapi Disini kendala Bahasa sangat saya Rasakan terutama di tempat Umum, ketika saya tidak mengerti apa yang orang Bicarakan, dan saya juga kurang yakin dengan kemampuan berbahasa Inggris para Polisinya, maka saya putuskan untuk segera mendaftarakan diri diitemani oleh seorang teman saya.  Sepanjang saya tinggal di Ufa hampir semua tempat sudah saya Jelajah, mulai dari taman-taman kota, Tempat bersejarah, hingga Club malam, Pusat perbelanjaan, Gedung Teater..Komplit degh.

Beberapa Objek yang mungkin masuk dalam high-light Saya adalah. Pertama monumen “Salawtulive” Hmm mudah-mudahan bener nulisnya paling nggak begitulah saya mendengarnya ketika teman saya mengucapkan nama Pahlawan Kota Ufa yang sangat Terkenal, dia adalah pahlawan Bhaskortostan Republic yang sangat terkenal jaman dulu sehingga masyarakat mengenangnya dengan membuat monumen-Nya, bahkan Generasi mudanya pun tau dengan baik sejarah kotanya, disekitar Monumen ini ada pusat Hiburan 24jam ada bowlling alley dan juga snooker  (billiar) yang menarik bagi saya tentu permainan billiar ala Russia..yang Hmm penurut pendapat saya dan pendapat ini bersifat subjektif permainan ini benar-benar mencerminkan fisik orang Russia yang besar-besar, ukuran bola billiar permainan Russia ini jauh lebih besar di banding dengan bola billiar biasa, sticknya juga lebih besar dan panjang, buat saya dengan fisik Asia bermain billiar ala Russia ini sedikit agak merepotkan, terutama ketika saya berusaha menyodok bola.

The Salawatulive's Statue

Beberapa hari kebetulan bertepatan dengan weekend, jadi pas kita semua libur ada teman saya yang mengajak saya ke pantai, dalam hati saya bertanya-tanya sendiri dan mengecek peta beberapa kali saya pastikan bahwa Ufa sama sekali tidak berbatasan dengan laut maupun danau Raksasa, saking penasarannya saya pun ikut teman saya ke tempat yang mereka sebut pantai, dan akirnya saya sampai di Danau di belakang sebuah pertokoan danau ini kecil-kecil saja dan ada pasir di sekitar danau ini dan yiks mereka bilang ini Pantai, orang-orang berenang, berjemur, dipinggiran danau yang jauh dari bagus ini kalo menurut saya lebih seperti empang yang rada gede hihihi, saya pun merespon dengan berkomentar this is a foe beach,

Satu hal yang membuat saya betah di Ufa adalah bahwa kota ini benar-benar punya banyak cafe yang oks banget buat tempat nongkrong, mulai dari baverages dan cakes nya yang Ohh God, saya masih belum bisa menemukan tandingan dari cakes kota Ufa. yang menjadi favorit saya adalah “Cafe Time”, Cafe ini desainya retro banget dengan pajangan foto-foto Artis kondang era 70-80an, Pertama saya dateng kesini saya nyobain Tiramishu-nya kenapa Tiramishu karena saya pernah putus dengan salah satu mantan cewek saya sebelum dia menuhin janjinya bikinin Tiramishu buat saya heheh, dan saya memang tidak salah pesan, Tiramishunya mantap jaya. Ada satu cafe&resto gitu deh namanya”Sani” tempat ini benar-benar Cozy ada barnya juga jadi komplit sudah apalagi kalo diluaran lagi hujan dan rada-rada dingin tempat ini biasanya saya jadikan tempat nongkrong bareng temen.

Untuk Urusan ajeb-ajeb alias clubing, walaupun Ufa tergolong Kota kecil di Russia namun mereka punya beraneka ragam club mulai dari Clbub Italy, Jazz, R&B, sampai striptease (untung Iman saya masih kuat jadi saya gak nyamperin club striptease, murah loh Coverage Charge nya RUB. 500.00, tapi pas nyampek Indonesia nyesel juga heheh) yang paling berkesan bagi saya adalah club R&B karena saya memang suka dengan jenis musik ini, beberapa hari menjelang berakhirnya project, kita semua memutuskan untuk Party di luar setelah keseringan party di apartemen sampai tetangga pada telpon Polisi heheh, berbekal searching di internet Club R&B mana yang lagi tidak memungut Coverage Charge, akhirnya kita sampai juga di sebuah Club yang saya lupa namanya karena namanya aneh, seperti layaknya filem-filem mafia, club-club di Russia rata-rata dipebuhi oleh orang yang bergaya bak mafia di filem-filemjadi rada serem, cuman asik kok, setelah nitipin Jaket tebal , kita langsung nagcir dan menggila didalam dan sumpah club ini hapening banget di dalam banyak anak Muda yang pada nge breakdance jadi tambah seru DJ nya juga Oks banget.Untuk Pusat Perbelanjaan, Russia tidak punya Pusaat perbelanjaan yang super besar seperti di negara-negara Asia, apalagi di Ufa yang merupakan State kecil, disini kita masih bisa melihat banyak sekali bagungan arsitektur kuno Eropa yang masih di gunakan dengan baik sebagi gedung teater maupun kantor pemerintahan.

Di hari-hari terakhir saya juga menyempatkan diri ke Gedung Kesenian, saya mendapatkan undangan Gratis dari salah satu SMA yang pernah saya datangi berhubungan dengan Project saya, saya menykasikan pertunjukan Opera tentang cerita rakyat Bashkortostan, yang menarik bagi saya adalah hampir 80% dari pengunjung lebih muda dari saya rata-rata mereka berumur dibawah 20thn, ini sangat mengejutkan coba kalo kita bandingkan dengan pertunjukan wayang atau lenong apakah kita masih tertarik

Sayang waktu dua bulan terasa singkat, Tapi saya setelah 2 bulan masa Pertukran pelajar saya berakhir saya masih Bisa tinggal 1 Bulan lagi di Russia kerena Visa saya distempel ijin tinggla 3 bulan oleh Kedutaan Besar Russian Federaation di Jakarta jadi saya Putuskan untuk keliling Russia, tujuan saya adalah Kaza, St’Petersburg, dan Moscow…Bersambung

Perjalanan Ke Ujung Bumi, The Journey to the Edge of the World “Part One/Pre departure”


Sebuah kutipan dari penulis terkenal yang menuliskan tertralogi Novel tentang hidupnya, “Bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi Mu”.  Saya adalah pemimpi dengan ribuan mimpi-mimpi Gila yang ada di benak saya, salah satu diantaranya adalah melakukan perjalanan ke ujung Bumi, dalam setiap doa-doa, saya selalu meminta kepada Tuhan yang maha pemberi untuk mengirim saya jauh, jauh sampai ke Ujung Bumi, saya selalu ingin menjadi makhluk yang mampu menyaksikan kebesaran-Nya melalui perjalanan ke setiap tempat di Pelosok Bumi ini. Dan Tuhan pun memeluk mimpi saya, Saya tergabung dalam kumpulan pelajar dari berbagai Negara untuk salah satu Program Community Development Program di Ufa-Russia, mendengar berita yang untuk saya pribadi adalah mencengangkan saya kemudian melihat peta Dunia Usang yang selalu terselip di Buku harian saya, jari saya pun menunjuk pada sebuah kota yang berada tepat pada tengah-tengah dataran yang maha Luas, yah Russia. Tidak pernah saya gugup dalam mempersiapkan perjalanan sebelumnya, tetapi perjalanan saya ke Russia ini benar-benar membuat saya gugup, mulai dari terbatasnya waktu persiapan, menunggu Invitation letter untuk pengurusan Visa di Kedutaan Besar Russia yang tidak kunjung datang, yang terakhir saya tahu bahwa Berurusan dengan birokrasi di Russia tidak semudah yang saya duga, Belum lagi saya juga sedang dalam perjalanan liburan musim panas keliling beberapa Pulau di Indonesia bersama dengan beberapa teman saya dari Amerika, jadi mau tidak mau saya harus kelimpungan cari warnet di Pulau-Pulau kecil tempat saya berlibur untuk mengupdate Informasi tentang persiapan perjalanan saya ke Russia, mulai dari invitation letter, segala hal tentang apa saja yang harus saya bawa ke Russia berkaitan dengan project saya disana.

Akhirnya setelah menunggu beberapa minggu dan terlambat dari Jadwal semula Invitation letter itu datang juga, saya juga telah menyelsaikan Summer trip saya. Dari Surabaya tempat saya tinggal di Indonesia paling tidak sampai hari ini, saya menempuh perjalanan 12 jam dengan kereta Api ke Jakarta untuk pengurusan Visa dengan maksud  berhemat budget, sampai di Jakarta saya langsung menuju ke Kantor Kedutaan Federasi Russia, The Embassy of Russian Federation, karena saya datang terlalu pagi maka saya berdiri di depan pagar besi yang menjulang tinggi di depan kantor kedutaan Russia, sebelum akhirnya di suruh menepi oleh petugas keamanan kedutaan dengan alasan keamanan, mungkin karena saya yang membawa backpack cukup lumayan besar, maklum ketika saya mengurus Visa bertepatan seminggu pasca peledakan Bom hotel J.W Marriot Jakarta yang juga berlokasi di daerah Kuningan Jakarta Selatan. ketika waktu menunjukkan tepat pukul sepuluh saya memencet tombol intercom, tidak ada jawaban tetapi akhirnya Pagar besi yang menjulang tinggi itupun otomatis terbuka. Jantung saya berdetak agak kencang ketika saya melengkapi formulir permohonan Visa, karena saya tau bahwa formulir ini adalah tiket saya untuk akhirnya melakukan perjalanan ke Ujung Bumi. Ketika menyerahkan formulir kepada petugas kedutaan, saya mendapatkan informasi bahwa Permohonan Visa saya tidak bisa langsung di Proses karena sang Duta Besar sedang dalam perjalanan tugas ke Thailand sehingga tidak ada otoritas yang menvalidasi permohonan Visa saya, saya pun harus menunggu satu minggu, Akhirnya saya pun harus kembali ke Surabaya dengan perasaan tidak menentu akan kepastian Visa saya, bagaimana apabila visa saya di tolak??ini adalah kalimat tanya yang terus terngiang-ngiang sampai seminggu kedepan. karena tidak berbekal tiket pulang ke Surabaya maka saya pun bersegera ke Stasiun Gambir setelah sempat makan siang di Plaza Indonesia, berdesak-desakan dengan banyak orang di Busway dari Bundaran HI menuju ke Gambir mengingatkan saya akan kenangan ketika saya masih tinggal di Jakarta, begitu saya sampai stasiun Gambir maka saya langsung menghambur ke Loket penjualan tiket, dan hal yang saya takutkan benar-benar terjadi saya tidak kebagian tiket ke Surabaya, saya langsung menelpon Garuda untuk memesan tiket penerbangan ke Surabaya, yang berujung tanpa hasil karena semua penerbanganke Surabaya Full booked untuk hari itu, Rasa hampir menyerah pun datang, kelelahan karena semalam tidak bisa tidur nyenyak di kereta, ditambah dengan perasaan bimbang tidak yakin akan permohonan Visa saya, saya pun duduk tersimpuh dibawah salah satu tiang penyangga stasiun Gambir persis di depan lobi penjualan tiket, harapan saya adalah akan ada gerbong tambahan untuk tujuan Surabaya, dan setelah 2 jam duduk tersimpuh maka loket pun di buka untuk gerbong tambahan kereta Bima tujuan Suarabaya, saya pun langsung bugar dan berhambur mengantri bersama puluhan calon penumpang lainnya. Kalau ada momen hidup saya yang membuat saya hampir gila adalah waktu-waktu saya menunggu hasil permohona visa Russia saya.

Belum genap satu minggu, ketika saya sedang sibuk didepan laptop mengerjakan tugas kuliah handphone saya berdering dengan kode nomor Jakarta, ketika saya angakat ternyata adalah telpon dari Kedutaan Russia, yang menanyakan tentang Tiket pulang pergi saya, saya pun kaget setengah mati karena dalam informasi tentang pengajuan visa, tidak tercantumkan persyaratann untuk menyertakan bokingan tiket roundtrip, saya pun menjanjikan copy boking tiket roundtrip saya kesokan harinya, sebuah hal yang hampir tidak mungkin. Pertama credit card saya limitnya tidak lebih dari 2 juta, dan membeli tiket untuk perjalanan lintas benua bukan hal yang gampang,  akhirnya setelah begadang sepanjang malam menunggu proses konfirmasi tentang tiket akhirnya tepat pukul 4 pagi e-tiket saya dengan maskapai Etihad Airways Jakarta-Abudhabi-Moscow-Ufa PP masuk ke Inbox saya. Beban emosional saya semakin bertambah tiket seharga tidak kurang dari $1800 non refund telah terbeli, semetara Permohonan Visa saya belum ada jawaban.

Tepat satu minggu saya terbang ke Jakarta dengan pesawat pagi, langsung menuju ke Kedutaan dengan Jantung berdetak super cepat, saya tidak pernaha merasakan jantung saya berdetak secepat itu dalam hidup saya sebelumnya, menunggu beberapa saat, petugas kedutaan pun keluar dengan membawa passport saya tanpa kata-kata, detak jantung saya semakin cepat ketika membuka lembaran passport saya, dan akhirnya saaya melihat stiker tempelan Visa Russian Federation yang bertuliskan huruf cyrilic, setelah satu minggu yang terasa bagaikan satu tahun akhirnya saya bisa bernapas lega, dan kembali ke Surabaya dengan penerbangan terakhir. Saya hanya punya waktu satu minggu sebelum tanggal keberangkatan ke Russia, waktu ini saya manfaatkan untuk membeli beberapa keperluan seperti beberapa handycraft dan baju tradisonal untuk acara pertujunkan seni dan budaya. Menghabiskan hari-hari sebelum keraangkatan untuk menyelsaikan administrasi kuliah, dan juga untuk keluarga. benar-benar hampir tidak ada waktu untuk beristirahat, tetapi rasa excited mengalahkan rasa capek yang teramat sangat.

 

The Red Square

Dan akhirnya hari itu datang juga 18 Agustus 2009, pukul 9 pagi saya ditemani mama dan kakak saya menuju Juanda international airport, setelah berpisah dan pamitan, saya langsung melangkahkan kaki check-in untuk penerbanagn Garuda ke Cengkareng Jakarta, jadwal kedatang pesawat di Jakarta membuat saya harus lekas bergegas menuju check-in counter Etihad airways bound to Abudhabi. setelah menyelsaikan berbagai urusan imigrasi saya pun melangkah ke gate penerbangan saya dengan jantung berdebar kencang, melangkah untuk menuju salah satu mimpi saya. dan setelah beberapa saat borading call pun terdengar untuk Etihad Airways dengan tujuan Jakarta-Abudhabi, saya tercengang karena ini adalah penerbangan pertama saya melawati kawasan Timur Tengah, saya tercengang bagaimana begitu banyaknya TKI kita yang berangkat meninggalkan tanah air untuk mencari penghidupan di negeri orang dan bagaimana pihak ground crew imigrasi melontarkan pertanyaan berbelit-belit pada mereka dan antrian pun diibedakan, ini sempat membuat saya berang karena hey mereka membayar tiket dengan jumlah yang sama dengan kita dam mereka jelas punya hak yang sama.

Di dalam kabin saya langsung disambut dengan senyum ramah dan profesional dari cabin crew Etihad, ketika pesawat lepas landas hati ini terasa sedikit emosional, saya bahagia sangat bahagia, sejengkal lagi saya akan menginjakkan kaki di Russia negeri yang selama ini saya impi-impikan, dan teman, Tuhan pun memeluk mimpi-mimpi saya. Bolehlah saya sedikit berbangga ketika saya berhasil menjelajah Russia, bukan hal sepele karena tidak semua backpacker handal mampu meninjakkan kaki ke Russia, belakangan saya tau bahwa banckapacking Russia bisa sangat melelahkan baik secara fisik maupun emosinal. Setelah sekitar 7 jam melintasi Perairan singapore-Bungalore-Muscat, akhirnya Pesawat mendarat di Abudhabi International airport, belum apa-apa sudah ada peringatan dari cabin crew untuk tidak menyepelekan seberapa besar airport ini, bahakan dia bilang ke salah satu gate bisa membutuhkan waktu sampai 45 menit jalan kaki, dan saya pun membuktikan. saya terjebak hingga 12 jam menunggu penerbangan lanjutan ke Moscow-Domededovo Intl Airport. di Abudahabi airport saya menemukan ruang tuunggu yang agak sepi dan banyak terdapat bangku kosong, setelah mencoba tidur dengan beragai macam gaya bebas dan tetap tidak bisa, saya pun putuskan untuk jalan-jalan, airport ini lebih mirip dengan Mall dibanding dengan airport jadi kita gak gampang bosen, PC dengan koneksi internet pun disediakan untuk pengunjung. fasilitasnya pun nyaman kalau mau dibanding dengan Cengkareng Saya rasa kok masih jauh.

Jam 9 pagi keseokan hari saya pun check-in untuk penerbangan lanjutan ke Moscow, di gate check in pemeriksaan 2kali lebih ketat dibanding dengan pmeriksaan kemanan di airport-airport Indonesia, bahakan kita harus lepas ikat pinggang, dan bagi yang memakia boots harus dilepas, sampai metal detector benar-benar tidak berbunyi, bandingkan dengan airport di Indonesia, bahkan ada seorang ibu-ibu dengan pakaina sari khas India dan berbagai macam perhiasan di badan bak wanita-wanita di filem India harus modar-mandir melewati metal detector karena saking banyaknya perhiasan logam yang dipakai sehingga dia lupa melepas semuanya. setelah di dalam cabin lagi-lagi keramahan cabin crew Eitihad membuat penerbangan berjam-jam ke Moscow tidak terasa membosankan, serta fasilitas hiburan di dalam cabin juga sangat lengkap, personal TV, dengan koleksi lagu-lagu baru serta filem-filem baru, bahkan mereka punya filem Laskar Pelangi yang merupakan filem favorit saya, setiap menonton filem ini pasti jatuh berlinangan air mata saya, tidak terkecuali di tempat umum seperti dalam penerbangan saya menuju Moscow, sampai-sampai Seorang pramugari mendekati saya dan bertanya apakah saya baik-baik saja. Akhirnya Kapten penerbangan mengumumnkan bahwa pesawat sebentar lagi akan mendarat di Domededovo Intl Airport, detak jantung saya semakin kencang, Dari jendela pesawat saya untuk pertama kali mata saya melihat daratan Eropa Timur, Russia, dengan pusat pemerintahan nya Moscow yang terlihat sangat indah dari jendela pesawat. Dalam hati saya berkata “Ya tuhan saya berada di Ujung bumi sekarang“. Bersambung……..

Hello world!


Hi world.

This is my first Blog post, a story about my journey of finding place that I call home, I was born in such “if I may say” a conservative country at least it’s conservative according to my personal point of view. The notes comming up is about my Journey finding Freedom, and I ain’t gonna stop till I find my Freedom.

Peace out

Putra

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.